Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MERIAH! PERLOMBAAN ISLAMI DI DESA CIPANCAR DIMERIAHKAN OLEH GRUP-GRUP QASIDAH

Jumat, 13 Februari 2026 | Februari 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-24T01:06:06Z

 
Dokumentasi


Cipancar, Desember 2025 – Rangkaian perlombaan keagamaan yang terselenggara di Desa Cipancar tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi generasi muda, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan masyarakat melalui penampilan grup-grup Qasidah lokal yang memukau.

Serangkaian kegiatan seperti Lomba Kaligrafi & Mewarnai TK/PAUD, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Fahmil Qur’an (cerdas cermat), Lomba Adzan, Lomba Pidato Bahasa Arab, hingga Musabaqah Pidato Qur’an (MPQ), dimeriahkan oleh penampilan qasidah dari berbagai kelompok seni religi di Desa Cipancar.
Qasidah: Seni Religi yang Menghidupkan Suasana

Penampilan grup-grup Qasidah hadir sebagai bagian integral dari kegiatan ini, memberikan nuansa syair dan lagu-lagu religi yang menyentuh hati serta mengajak jamaah untuk lebih khusyuk dalam beribadah. Qasidah bukan sekadar lagu, tetapi merupakan media dakwah yang lembut dan penuh makna, yang menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam sambil memperkaya budaya religi masyarakat.
Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.”
(QS. Al-Anbiya’: 107)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa dakwah dan penyampaian nilai Islam — termasuk melalui seni qasidah — adalah bagian dari rahmat yang diberikan kepada seluruh umat.

Merajut Persaudaraan Lewat Musik Religi:
Grup-grup Qasidah yang tampil datang dari berbagai penjuru desa, menunjukkan kreatifitas lokal dalam mengekspresikan cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad ﷺ melalui lantunan shalawat dan munajat. 

Kehadiran mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat tali ukhuwah antara generasi dewasa, remaja, dan anak-anak.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
“Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama daripada pendidikan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Meski hadis di atas berbicara tentang pendidikan akhlak, semangatnya relevan dengan seni religi qasidah yang turut membentuk karakter spiritual generasi muda Desa Cipancar.

Respons Positif Masyarakat:
Warga yang hadir menyampaikan rasa kagumnya atas kolaborasi antara kompetisi keagamaan dan penampilan qasidah. Mereka menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga momentum kebersamaan dan harmoni keislaman yang membanggakan.

Salah satu orang tua peserta mengatakan:
“Anak-anak ikut lomba sambil mendengarkan qasidah, itu membuat mereka tidak hanya kompetitif, tetapi juga semakin mencintai Islam.”

Penguatan Nilai Keagamaan dan Budaya Lokal:
Penampilan qasidah juga menjadi sarana pelestarian budaya Islami lokal yang patut dijaga. Lantunan syair yang ditampilkan mengandung pesan moral, nilai ukhuwah, serta ajakan kepada kebaikan — semuanya sesuai dengan semangat kegiatan PHBI yang menjadi landasan acara ini.

Harapan MUI Desa Cipancar:
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cipancar berharap agar kolaborasi antara kegiatan lomba keagamaan dan seni religi seperti qasidah ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang dan lebih beragam. Hal ini diharapkan mampu memperkuat identitas keagamaan Desa Cipancar serta menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa.

Penutup:
Kegiatan perlombaan yang dimeriahkan oleh grup-grup qasidah ini bukan hanya menciptakan suasana penuh semangat dan religius, tetapi juga menumbuhkan nilai cinta Al-Qur’an, akhlak mulia, serta kerjasama antargenerasi.

Semoga Allah SWT menjadikan setiap upaya yang dilakukan demi kemajuan agama dan generasi masa depan sebagai amal yang diterima dan diberkahi.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

×
Berita Terbaru Update