Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MUI Desa Cipancar Bersama KUA dan Kementerian Agama Laksanakan Kalibrasi Arah Kiblat di Tujuh Masjid Jami'

Jumat, 03 Juli 2026 | Juli 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-03T08:19:22Z


Cipancar – Dalam upaya memastikan ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan ibadah shalat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cipancar bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang melaksanakan kegiatan Kalibrasi Arah Kiblat pada Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di seluruh masjid yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan Shalat Jum'at di Desa Cipancar.

Allah SWT berfirman:

> فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

"Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arahnya."
(QS. Al-Baqarah: 144)

Ayat tersebut menjadi landasan penting bahwa menghadap kiblat merupakan bagian dari kesempurnaan pelaksanaan ibadah shalat. Oleh karena itu, pengecekan arah kiblat secara ilmiah menjadi ikhtiar yang sangat dianjurkan.


Tim Kalibrasi dari Kementerian Agama

Kegiatan kalibrasi dipimpin langsung oleh tim dari Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, yaitu:
  1. Bpk. Erik Kumara Hakim, M.Pd.
  2. Bpk. KH. Wawan
Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh 8 petugas dari KUA Kecamatan Sumedang Selatan yang turut membantu proses pengukuran, pencatatan hasil, serta pendampingan di setiap lokasi.

Sinergi antara MUI Desa Cipancar, Kementerian Agama, KUA Sumedang Selatan, para Ketua DKM, dan masyarakat menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kesempurnaan pelaksanaan ibadah umat Islam.



1. Masjid Jami' Al-Huda (RW 1)

Masjid Jami' Al-Huda menjadi lokasi pertama yang dilakukan pengukuran arah kiblat. Tim melakukan proses kalibrasi menggunakan metode astronomi dan peralatan ukur yang telah distandarisasi oleh Kementerian Agama. Pengurus DKM dan masyarakat turut menyaksikan proses pengukuran hingga penetapan titik kiblat yang akurat.



2. Masjid Jami' Al-Hikam (RW 2)

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Masjid Jami' Al-Hikam. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan hangat dari pengurus DKM serta jamaah. Tim memberikan penjelasan mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah shalat.



3. Masjid Jami' Al-Fajar (RW 3)

Di Masjid Jami' Al-Fajar, yang juga menjadi Central Masjid Desa Cipancar, proses kalibrasi dilakukan secara teliti dengan melibatkan pengurus DKM dan MUI Desa Cipancar. Hasil pengukuran menjadi acuan resmi untuk arah saf shalat di masjid tersebut.



4. Masjid Jami' Al-Ikhlas (RW 4)

Kalibrasi selanjutnya dilaksanakan di Masjid Jami' Al-Ikhlas. Seluruh proses berjalan dengan tertib, mulai dari pengukuran, verifikasi arah kiblat, hingga penyampaian hasil kepada pengurus DKM.



5. Masjid Jami' Al-Falaah (RW 5)

Di Masjid Jami' Al-Falaah, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Selain menyaksikan proses pengukuran, para pengurus juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya melakukan kalibrasi secara berkala apabila terdapat renovasi atau perubahan struktur bangunan masjid.



6. Masjid Jami' Al-Amin (RW 6)

Kegiatan berikutnya berlangsung di Masjid Jami' Al-Amin. Dengan cuaca yang mendukung, proses pengukuran dapat diselesaikan sesuai prosedur sehingga diperoleh arah kiblat yang akurat dan dapat dijadikan pedoman bagi jamaah.



7. Masjid Jami' Al-Qodar (RW 7)

Sebagai lokasi terakhir, tim melaksanakan kalibrasi di Masjid Jami' Al-Qodar. Kegiatan ditutup dengan penyerahan hasil pengukuran kepada pengurus DKM sebagai acuan dalam penataan saf shalat dan arah mihrab apabila diperlukan.



Apresiasi kepada Seluruh Pihak
MUI Desa Cipancar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, khususnya kepada Bapak Erik Kumara Hakim, M.Pd. dan KH. Wawan, beserta 8 petugas KUA Kecamatan Sumedang Selatan, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan keilmuannya dalam mendampingi pelaksanaan kalibrasi arah kiblat di Desa Cipancar.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh Ketua DKM, Pemerintah Desa Cipancar, para donatur, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Penutup
Kalibrasi arah kiblat bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kesempurnaan ibadah umat Islam. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh masjid jami' di Desa Cipancar memiliki arah kiblat yang telah diverifikasi secara ilmiah sesuai standar Kementerian Agama.

Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat dan membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Cipancar.

> Rasulullah ﷺ bersabda:

"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."
(HR. Al-Bukhari)

Hadis ini mengajarkan pentingnya melaksanakan shalat sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, termasuk dalam menghadap arah kiblat dengan benar.

Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan kita dan senantiasa membimbing langkah kita dalam menjaga syiar Islam. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

====== BACA ======

Meluruskan Pemahaman tentang Kalibrasi Arah Kiblat

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Alhamdulillah, beberapa hari terakhir MUI Desa Cipancar bersama Kementerian Agama telah melaksanakan Kalibrasi Arah Kiblat di seluruh masjid jami' yang digunakan untuk Shalat Jum'at.

Kami memahami bahwa di tengah masyarakat ada yang bertanya, bahkan ada yang beranggapan bahwa "masjid sudah puluhan tahun dipakai, mengapa sekarang harus diukur lagi?" atau "apakah berarti shalat orang-orang terdahulu salah?"

Perlu kami sampaikan bahwa kalibrasi arah kiblat bukanlah untuk menyalahkan para pendahulu, apalagi menganggap ibadah mereka tidak sah. Justru ini adalah bentuk ikhtiar agar pelaksanaan ibadah ke depan semakin sesuai dengan tuntunan syariat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Dalil Naqli (Al-Qur'an)

Allah SWT berfirman:

فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

"Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arahnya."

(QS. Al-Baqarah: 144)

Ayat ini menunjukkan bahwa menghadap kiblat merupakan perintah Allah SWT. Karena itu, umat Islam diperintahkan untuk berusaha menghadap ke arah kiblat seakurat mungkin sesuai kemampuan.

Allah juga berfirman:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

"Bertakwalah kepada Allah semampu kalian."

(QS. At-Taghabun: 16)

Artinya, ketika Allah memberikan kemudahan berupa ilmu dan teknologi untuk mengetahui arah kiblat dengan lebih tepat, maka memanfaatkannya termasuk bagian dari menjalankan perintah Allah sesuai kemampuan.

Dalil Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."

(HR. Al-Bukhari)

Hadis ini menjadi dasar bahwa tata cara shalat, termasuk menghadap kiblat, hendaknya dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ dengan sebaik-baiknya.


Dalil Aqli (Logika)

Kalibrasi arah kiblat sama seperti:

  • Jam masjid yang sesekali disesuaikan agar waktu azan tidak meleset.
  • Pengeras suara yang diperbaiki agar suara imam terdengar jelas.
  • Atap masjid yang diperbaiki ketika bocor.
  • Saf shalat yang dirapikan agar lurus.

Tidak ada yang mengatakan bahwa azan dahulu salah karena jam diperbaiki, atau shalat dahulu batal karena saf diluruskan. Demikian pula dengan arah kiblat. Kalibrasi adalah bentuk penyempurnaan, bukan pembatalan ibadah yang telah lalu.

Dahulu para ulama menentukan arah kiblat berdasarkan kemampuan dan ilmu yang tersedia pada zamannya, seperti melihat posisi matahari, bintang, kompas, atau tanda alam. Saat ini, Allah SWT memberikan kemajuan ilmu falak, astronomi, dan teknologi pengukuran yang lebih akurat. Menggunakannya adalah bagian dari ikhtiar yang baik.

×
Berita Terbaru Update